Pages

Senin, 16 Mei 2011

TRANSKRIPSI BUNYI BAHASA
MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah fonologi di berikan oleh Dosen bersangkutan, Rae Dadela, S.S, M.Pd.


Disusun oleh:
Sopyan Hardyansyah
Kelas: 2 B Semester Dua






PRODI BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BALE BANDUNG
2010
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirohim
Assalamualaikum wr wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “TRANSKRIPSI BUNYI BAHASA” Penulisan makalah ini dilaksanakan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah fonologi pada semester dua. Penulis sangat menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih banyak kekurangan. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan kemampuan yang dimiliki penulis. Walaupun demikian, penulis berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bangi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit kesulitan, hambatan dan rintangan yang harus dihadapi penulis. Namun berkat pertolongan Allah SWT dan dukungan darri berbagai pihak yang senantiasa membantu penulis, maka segala kesulitan, hambatan dan rintangan tersebut dapat penulis atasi.
Penulis sepenuhnya menyadari bahwa baik isi atau penyajian makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, masukan dari barbagai pihak sangat penulis harapkan demi perbaikan di masa mendatang. Akhir kata penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang sekiranya membantu dalam penyelesaian makalah ini. Terima kasih.
Wassalammualaikum wr wb.





i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………..i
DAFTAR ISI……………………………………………………….ii
BAB 1 PENDAHULUAN…………………………………………………………………….1
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………...1
1.2 Tujuan………………………………………………………………………….....1
1.3 Metode Pengumpulan Data……………………………………………………...2
1.4 Sistematika………………………………………………………………………..2
1.5 Pengerttian dan Pembatasan Masalah………………………………………….3

BAB II TINJAUAN TEORITIS…………………………………………………………….4
2.1 Pengertian Fonetik dan Fonemik……………………………………………………4
2.2 Penggunaan Kosakata Dalam Bahasa Berpengaruh Terhadap Cara pengartikulasian Kata dan Penekanannya…………………………………………5
2.3 Transkripsi Bunyi Bahasa…………………………………………………………6-9

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………………..10
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………..10
3.2 Saran………………………………………………………………………….……10

DAFTAR PUSTAKA


ii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada hakikatnya manusia selalu berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain ‘konteks sosial’, hal ini dilakukan untuk berkomunikasi, bekerja sama, dalam kehidupannya. Adapun bentuk komunikasi tersebut dapat berupa kegiatan berbahasa yang melibatkan sekurang-kurangnya dua individu dalam proses komunikasi. Dapat difungsikan dua individu tersebut dapat berperan sebagai ‘sender’ dan yang satu sebagai ‘receiver’. Dalam hal ini komunikasi merupakan bentuk interaksi dua arah.
Bahasa sendiri merupakan system lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri (Kridalaksana, 2001:21). Penggunaan bahasa yang keliru memungkinkan kesalahan dalam penafsiran arti, misalnya saja seseorang mengatakan “ini kali kapak” akan tetapi bila penggunaan bahasa tersebut salah di ujarkan seperti “ini kali kapan”, - maka artinya-pun akan berbeda secara semantik (kapak : kapan).
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
3 Untuk menambah wawasan mengenai kecenderungan seseorang dalam pengujaran bunyi.
4 Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah fonologi yang dierikan oleh dosen yang bersangkutan, Rae Dadela, S.S, M.Pd.






1

1.3 METODE PENGUMPULAN DATA

Data-data yang digunakan penulis dalam melakukan pembuatan makalah yaitu dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan. Data sekunder dapat diperoleh dengan lebih mudah dan cepat karena sudah tersedia, misalnya di perpustakaan.
Data sekunder tersebut dikumpulkan dengan cara:
1. Studi Pustaka
Yaitu teknik pengumpulan data melalui buku-buku yang berhubungan objek penelitian yaitu mengkaji data sekunder dengan melakukan penelaahan dan membaca buku-buku yang didapat dari perpustakaan maupun catatan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas, yang mana digunakan sebagai bahan landasan serta bahan perbandingan antara teori dengan penerapan dalam praktik.

1.4 Sistematika

BAB 1 PENDAHULUAN
1.6 Latar Belakang
1.7 Tujuan
1.8 Metode Pengumpulan Data
1.9 Sistematika
1.10 Pengerttian dan Pembatasan Masalah
2
BAB II TINJAUAN TEORITIS
4.1 Pengertian Fonetik dan Fonemik
4.2 Penggunaan Kosakata Dalam Bahasa Berpengaruh Terhadap Cara pengartikulasian Kata dan Penekanannya
2.3 Transkripsi Bunyi Bahasa

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

1.5 Pengertian dan Pembatasan Masalah

Agar pembahasan karya tulis ini jelas, perlu kiranya penulis uraikan pengertian judul karya tulis. “TRANSKRIPSI BUNYI BAHASA”. Transkripsi bunyi bahasa merupakan usaha untuk menuliskan bunyi ujaran sesuai dengan apa yang diujarkan oleh pengujar bahasa yang tertangkap oleh indra ‘auditif’ dengan tujuan untuk mengetahui kecenderungan seseorang dalam mengujarkan bunyi bahasa baik secara fonetik maupun secara fonemik. Oleh karena itu dalam karya tulis ini, memuat Pengertian fonetik dan fonemik, Pengertian bahasa dan ujaran, dan transkripsi bunyi bahasa.




3
BAB II
TINJAUAN TEORITIS


2.1 PENGERTIAN FONETIK DAN FONEMIK

Fonetik merupakan salah satu cabang dari ilmu fonologi, yakni suatu keilmuan yang mempelajari bagaimana suatu bahasa dihasilkan dan bagaimana suatu bunyi diartikulasikan. Dalam fonetik fungsi kerja organ manusia secara biologis dapat membantu bidang keilmuan ini. Dalam kamus linguistik (Kridalaksana, 2001:56), fonetik merupakan suatu ilmu yang menyelidiki penghasilan, penyampaian, dan penerimaan bunyi bahasa; ilmu interdisipliner linguistik dengan fisika, anatomi, dan psikologi; system bunyi suatu bahasa.
Berbeda dengan fonemik, walaupun merupakan turunan dari ilmu fonologi sseperti fonetik tadi, akan tetapi objek yang menjadi bidang kajiannya itu mengenai bagaimana suatu fonem memiliki ‘beban fungsi’ untuk membedakan makna, secara bentuk dan kontras maknanya.








4
2.2 PENGGUNAAN KOSAKATA DALAM BAHASA BERPENGARUH TERHADAP CARA PENGARTIKULASIAN KATA DAN PENEKANANNYA

Bahasa merupakan sistem lambang yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. (Kridalaksana, 2001:21). Bahasa ini merupakan susunan yang sistematis, yang terdiri atas fonem-fonem tertentu sehingga membentuk bentuk kata dan konteks kata. Penggunaan bahasa diberbagai daerah, bangsa, dan Negara berbeda-beda satu sama lain. Perbedaan penggunaan bahasa ini disepakati oleh para bahasawan sebagai alat untuk berinteraksi, bekerja sama, berkomunikasi, dan berinterelasi dengan anggota masyarakat lainnya.
Adapun perbedaan bahasa tersebut dapat dirasakan dengan adanya berbagai kosakata yang dipakai bahasawan di dalam satu regional, sosial, dan temporal yang berbeda.
Bagaimana bahasawan mengujarkan bunyi bahasa tergantung kepada kosakata yang diujarkannya. Dapat dikatakan demikian karena secara sintaksis suatu kata memiliki daya intonasi, ritme, jeda dll.
Sebagai contoh:
Adik dari mana? (dalam bahasa Indonesia)
[Adi? dªri mana]
Jang tos timana? (dalam bahasa sunda)
[Jang toδ timană]
Jadi jelas nampak bahwa penggunaan kosakata tertentu akan berpengaruh terhadap pelafalan, intonasi, penekanan nada, ritme, tempo dll.


5
2.3 TRANSKRIPSI BUNYI BAHASA
“SEKAR PANGGUNG” Rita Tila
Dina ngalantrina gandẻng
d†nă ngălantr†na gandεng

Cahaya tinanding bẻntang salira unilang midang
Cªhªya t†nand†ng bεntang sal†ra un†lang m†dang

Ras pati sorot tinangkit mayak lẻngkah nebar imut
Raδ pat† δorot t†năngk†t mayak lεngkah nεbar †mut

Usik ringkang dina ibing sosoca sekarẻ panggung
uδ†k r†ngkang d†na †b†ng δoδoca δekarε panggung

Ringkang makalangan tandang
r†ngkang makalangan tandang

Saha anu lepat mun aya nu tibelat
δaha anu ləpat mun aya nu t†belat

Saha anu lepat pinanggih rasa duriat
δaha anu ləpat p†nangj†h raδa dur†at

Saha nu kapentang saha nu kabandang
δaha nu kapεntang δaha nu kabandang

Ngalanglayung kapigandrung
Ngalanglayung kap†gandrung

6


Kagẻmbang ku sekar panggung
Kagεmbang ku δəkar panggung

Ajeg tangtung hurang-hẻrang
ajeg tangtung hurang-hεrang

Sampulur sawẻrang lenjang
δampulur δawεrang lenjang

Raksukan harmoni pulas
erakδukan harmon† pulaδ

Pinuh pasẻrẻnkeun kayas
p†nuh paδεrεnkən kayas

Teuteup seukeut rinda soca bẻntang jiwa nembus rasa
tətəp δəkət r†nda δoca bεntang j†wa nεmbuδ raδa

Ngejat ngẻpret binarungan kelẻt
əhəngəjat ngεpret b†narungan kelεt

ٓٓٓٓٓٓemboh imut sakilat nyirepkeun mẻngha
emboh †mut δak†lat ñ†rεpkən mεngha

Paser geter nyaliara nebar peurah ngusikeun jajantung muka
paδər geter ñal†ara nəbar pərah nguδ†kən jajantung muka

Ngepakkeun bibit pinasih, sekar panggung kapiati
ngəpakən b†b†t p†naδ†h δəkar panggung kap† at†

7


Saha anu lepat mun aya nutibelat
δaha anu ləpat mun aya nutibəlat

Saha anu lepat pinanggih rasa duriat
δaha anu ləpat p†nangjih raδa duriat

Sekar panggung sekar panggung, sekar panggung, sekar panggung
δəkar panggung δəkar panggung δəkar panggung δəkar panggung


“ENGKANG” Rita Tila
Engkang na cenah rek micinta
hengkang hna cenah rek micinta
Eng:kang na cenah rek mikadeudeuh
hengkang hna cenah rek m†kadədəh
Engkang naha gening nyatana
Hengkang naha gening hñatana
Anjeun sulaya teu satia
hanjən δulaya tə δatia

Harianeun ku teungteuingeun engkang
harianən ku təngtə†ngən engkang
Naha jalir t†na pas†n† duh nyer†
Hnaha jal†r tina paδ†n† hduh nyer†
Harianeun ku teungteuingeun engkang
har†anən ku təngtə†ngən engkang

8
Anjeun tega luas megatkeun tali kacinta
anjən tega luaδ megatkən tal† kac†nta
Duh nyeri ras kadiri
hduh nyer† raδ kad†ri
Nu kungsi sumerah diri
Nu kungδ† δumerah diri

















9
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Dalam kajian fonetik, perumusan masalahnya adalah bagaimana suatu bunyi dihasilkan atau dilafazkan. Sedangkan dalam kajian fonemik mempelajari bagaimana suatu fonem dapat berpengaruh terhadapp bentuk kata dan konteks makna.
Dalam pembahasan bahasa, bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi, bekerja sama, berinteraksi, dan berinterelasi antar anggota masyarakat. Keberadaan bahasa di dunia berbeda-beda, karena perbedaan regional, social, dan tempo (konteks penggunaan bahasa). Penggunaan kosakata tertentu akan berpengaruh terhadap bagaimana kosakata tersebut di lafazkan, diintonasikan dan bagaimana kecenderungan terhadap penekanan bunyinya.
3.2 Saran

Bahasa merupakan suatu alat untuk berkomunikasi, bekerjasama, berinteraksi, dan berinterelasi, apabila terjadi kesalahan atau ketidak jelasan pengartikulasian, sehingga maksud dan tujuan sebenarnya mengalami pergeseran arti maka alangkah baiknya kita memperbaikinya dengan banyak latihan pengartikulasian dengan memperhatikan struktur pembangun bahasa tersebut: fonem, morfem, frase, klausa, dan kalimat dalam kaitan sintaksis-semantik.




10
DAFTAR PUSTAKA

http://metalingua.wordpress.com/2010/04/03/apa-itu-tulisan-fonetis/Apa Itu Tulisan Fonetis?

http://metalingua.wordpress.com/2010/04/04/bagaimana-cara-menulis-alfabet-fonetis-di-komputer/

Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik. PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar