Pages

Kamis, 05 Mei 2011

Makalah

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………...i
Daftar Isi……………………………………………………………………………………...ii

BAB 1 PENDAHULUAN…………………………………………………………………….1
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………….1
1.2 Tujuan……………………………………………………………………………………..2
1.3 Metode Pengumpulan Data……………………………………………………………….2
1.4 Sistematika………………………………………………………………………………..3
1.5 Pengertian dan Pembatasan Masalah……………………………………………...........4-5

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS……………………………………………………………..6
2.1 Pengertian Pendidikan dilihat Dari Berbagai Sudut Pandang…………………………...6
2.1.1 Pendidikan Berwujud Sebagai Suatu Sistem………………………………………….6
2.1.2 Pendidikan Berwujud Sebagai Suatu Proses………………………………………….6
2.1.3 Pendidikan Berwujud Sebagai Hasil………………………………………………….6

2.2 LANDASAN PENDIDIKAN…………………………………………………………….6
2.2.1 Landasan Filosofis……………………………………………………………………6
2.2.2 Landasan Sosiologis………………………………………………………………...7-8
2.2.3 Landasan Kultural…………………………………………………………………….9
2.2.3.1 Pengertian Landasan Kultural………………………………………………………...9
2.2.4 Landasan Psikologis…………………………………………………………………10
2.2.4.1 Pengertian Landasan Psikologis……………………………………………………..10
2.2.5 Landasan Ilmiah dan Teknologis…………………………………………………….11

2.3 Landasan Pendidikan di Indonesia………………………………………………………12
2.4 Asas-asas Pelaksanaan Pendidikan di Indonesia………………………………………...12
2.5 Asas-asas Pokok Pendidikan……………………………………………………………13
2.6 Pendidikan Bagi Semua…………………………………………………………………13

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………………..15
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………...15
3.2 Saran……………………………………………………………………………………16

Daftar Pustaka













ii
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirohim
Assalamualaikum wr wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “LANDASAN DAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN”.
Penuliasan makalah ini dilaksanakan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan pada semester dua. Penulis sangat menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih banyak kekurangan. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan kemampuan yang dimiliki Penulis . Walaupun demikian, Penulis berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bangi Penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit kesulitan, hambatan dan rintangan yang harus dihadapi penulis. Namun berkat pertolongan Allah SWT dan dukungan dari berbagai pihak yang senantiasa membantu penulis, maka segala kesulitan, hambatan dan rintangan tersebut dapat penulis atasi.
Penulis sepenuhnya menyadari bahwa baik isi atau penyajian makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, masukan dari barbagai pihak sangat penulis harapkan demi perbaikan di masa mendatang. Akhir kata penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang sekiranya membantu dalam penyelesaian makalah ini. Terima kasih.
Wassalammualaikum wr wb.




i
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu proses yang terjalin secara bertahap dalam pertumbuhan dan perkembangan peserta didik, baik secara psikis maupun secara psikologis. Oleh karena itu diperlukan suatu dasar landasan sebagai pedomannya. Adapun landasan-landasan tersebut diantaranya adalah landasan filosofis, yang berhubungan dengan system nilai (pandangan hidup); landasan sosiologis: suatu landasan yang dilandaskan pada dinamika fenomena kemasyarakatan; landasan kultural: suatu landasan yang dikonsepkan sebagai proses budaya manusia; landasan psikologis: merupakan suatu landasan yang berhubungan dengan perilaku manusia; landasan ilmiah dan teknologis: landasan yang berolak ukur kepada keilmuan yang ilmiah, sistematis, menggunakan keilmuan, dan logis serta ada hubungan dengan penguasaan iptek didalamnya.
Pendidikan memiliki peran dalam mewujudkan salah-satu cita-cita nasional Negara Indonesia, yakni mewujudkan kecerdasan bangsa. Selain itu juga, pendidikan ikut serta dalam mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan bangsa. Oleh karena itu perlu adanya perhatian terhadap asas-asas pelaksanaan pendidikan nasional di Indonesia.








1
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk menambah wawasan mengenai landasan pendidikan dan asas-asas pendidikan nasional di Indonesia,
2. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan yang dierikan oleh dosen yang bersangkutan, Drs. Mumun. S.Pd.
1.3 Metode Pengumpulan Data
Data-data yang digunakan penulis dalam melakukan pembuatan makalah yaitu dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan. Data sekunder dapat diperoleh dengan lebih mudah dan cepat karena sudah tersedia, misalnya di perpustakaan.
Data sekunder tersebut dikumpulkan dengan cara:
1. Studi Pustaka
Yaitu teknik pengumpulan data melalui buku-buku yang berhubungan objek penelitian yaitu mengkaji data sekunder dengan melakukan penelaahan dan membaca buku-buku yang didapat dari perpustakaan maupun catatan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas, yang mana digunakan sebagai bahan landasan serta bahan perbandingan antara teori dengan penerapan dalam praktek.







2
1.4 Sistematika
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB 1 PENDAHULUAN
1.6 Latar Belakang
1.7 Tujuan
1.8 Metode Pengumpulan Data
1.9 Sistematika
1.10 Pengertian dan Pembatasan Masalah
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS
2.5 Pengertian Pendidikan dilihat Dari Berbagai Sudut Pandang
2.5.1 Pendidikan Berwujud Sebagai Suatu Sistem
2.5.2 Pendidikan Berwujud Sebagai Suatu Proses
2.5.3 Pendidikan Berwujud Sebagai Hasil

2.6 LANDASAN PENDIDIKAN
2.6.1 Landasan Filosofis
2.6.2 Landasan Sosiologis
2.6.3 Landasan Kultural
2.6.3.1 Pengertian Landasan Kultural
2.6.4 Landasan Psikologis
2.6.4.1 Pengertian Landasan Filosofis
2.6.5 Landasan Ilmiah dan Teknologis



3

2.7 Landasan Pendidikan di Indonesia
2.8 Asas-asas Pelaksanaan Pendidikan di Indonesia
2.5 Asas-asas Pokok Pendidikan
2.6 Pendidikan Bagi Semua

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Daftar Pustaka

1.5 Pengertian dan Pembatasan Masalah

Agar pembahasan karya tulis ini jelas, perlu kiranya penulis uraikan pengertian judul karya makalah. Pengertian Pendidikan dilihat Dari Berbagai Sudut Pandang: Pendidikan berwujud sebagai suatu system: Pendidikan dipandang sebagai keseluruhan gagasan terpadu yang mengatur usaha-usaha sadar untuk membina seseorang mencapai harkat kemanusiaannya secara utuh; Pendidikan berwujud sebagai suatu proses: Pendidikan dipandang sebagai pelaksana usaha-usaha untuk mencapai tujuan tertentu dalam rangka mencapai harkat kemanusiaannya secara utuh; Pendidikan berwujud sebagai hasil: Pendidikan dipandang sebagai sesuatu yang telah dicapai atau dimiliki seseorang setelah proses pendidikan berlangsung.
Landasan pendidikan: landasan filosofis, yang berhubungan dengan system nilai (pandangan hidup); landasan sosiologis: suatu landasan yang dilandaskan pada dinamika fenomena kemasyarakatan; landasan kultural: suatu landasan yang dikonsepkan sebagai
4

proses budaya manusia; landasan psikologis: merupakan suatu landasan yang berhubungan dengan perilaku manusia; landasan ilmiah dan teknologis: landasan yang berolak ukur kepada keilmuan yang ilmiah, sistematis, menggunakan keilmuan, dan logis serta ada hubungan dengan penguasaan iptek didalamnya.
Landasan Pendidikan Nasional di Indonesia : Landasan ideal: pancasila; Landasan konstitusional: UUD 1945; Landasan Operasional: GBHN dan UUSPN (yang sekarang UU No.20 Tahun 2003)
Pendidikan nasional dilaksanakan dengan memperhatikan asas-asas:
a. Alam semesta; Asas pendidikan seumur hidup; Asas tanggung jawab bersama; Asas keselarasan dan keterpaduan dengan ketahanan nasional dan wawasan nusantara; Asas bhineka Tunggal Ika; Asas keselarasan, keserasian dan keseimbangan; Asas manfaat, adil, dan merata; Asas ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani; Asas mobilitas, efisiensi, dan efektivitas; Asas kepastian hukum.













5
BAB 2
TINJAUAN TEORITIS

2.1 Pengertian Pendidikan dilihat Dari Berbagai Sudut Pandang
2.1.1 Pendidikan berwujud sebagai suatu system
Pendidikan dipandang sebagai keseluruhan gagasan terpadu yang mengatur usaha-usaha sadar untuk membina seseorang mencapai harkat kemanusiaannya secara utuh.

2.1.2 Pendidikan berwujud sebagai suatu proses
Pendidikan dipandang sebagai pelaksana usaha-usaha untuk mencapai tujuan tertentu dalam rangka mencapai harkat kemanusiaannya secara utuh

2.1.3 Pendidikan berwujud sebagai hasil
Pendidikan dipandang sebagai sesuatu yang telah dicapai atau dimiliki seseorang setelah proses pendidikan berlangsung.

2.2 LANDASAN PENDIDIKAN

2.2.1 Landasan Filosofis
Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandanagan dalam filsafat pendidikan, meyangkut keyakianan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan. Aliran filsafat yang kita kenal sampai saat ini adalah Idealisme, Realisme, Perenialisme, Esensialisme, Pragmatisme dan Progresivisme dan Ekstensialisme

a. ¬Esensialisme
Esensialisme adalah mashab pendidikan yang mengutamakan pelajaran teoretik (liberal arts) atau bahan ajar esensial.
6


b. Perenialisme
Perensialisme adalah aliran pendidikan yang megutamakan bahan ajaran konstan (perenial) yakni kebenaran, keindahan, cinta kepada kebaikan universal.

c. Pragmatisme dan Progresifme
Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis, di bidang pendidikan, aliran ini melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional.

d. Rekonstruksionisme
Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai
Landasan filosofis sebagai salah satu fondasi dalam pelaksanaan pendidikan berhubungan dengan system nilai. System nilai merupakan pandangan seseorang tentang “sesuatu” yang berkaitan dengan arti kehidupan (pandangan hidup). Bagi bangsa Indonesia, pandangan hidupnya adalah pancasila. Pancasila sebagai landasan filosofis pendidikan mempunyai makna:
a. Dalam merumuskan pendidikan haruis dijiwai dan didasarkan pada pancasila.
b. System pendidikan nasional haruslah berlandaskan pancasila.
c. Hakikat manusia haruslah diwujudkan melalui pendidikan, sehingga tercipta manusia Indonesia yang dicita-citakan pancasila.

2.2.2 Landasan Sosiologis
Dasar sosiologis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masayarakat.Sosiologi pendidikan merupakan analisi ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiolagi pendidikan meliputi empat bidang:

a. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain.
b. hubunan kemanusiaan.
c. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya.

7
d. Sekolah dalam komunitas,yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya.

Pendidikan tidak berlangsung dalam keadaan vakum social. Dari generasi-kegenerasi selalu mengalami perubahan. Perubahan-perubahan tersebut antara lain:
1. Perubahan teknologi
Dampaknya:
a) Dampaknya: individu memiliki keterampilan baru.
b) Sekolah dituntut agar lulusannya dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
c) Sekolah mulai menggunakan media pembelajaran yang lebih canggih.

2. Perubahan Demografi (pertumbuhan penduduk)
Dampaknya:
a) Pengembangan kebijakan pendidikan
b) Pembatasan secara ketat penerimaan siswa baru
c) Tidak seimbangnya pertambahan penduduk dengan fasilitas pendidikan.

3. Urbanisasi dan Sub-Urbanisasi
Dampaknya:
a) Sekolah bertanggung jawab atas penyesuaian diri terhadap penduduk kota.
b) Sekolah berperan dan membantu mekanisme control social di masyarakat.
c) Sekolah mempersiapkan lulusannya untuk dapat hidup di kota.




8
4. Perubahan Politik Masyarakat, Bangsa, dan Negara
Dampaknya:
a) Meningkatnya keterlibatan pemerintah didalam kegiatan anggota masyarakat.
b) Berkembangnya saling ketergantungan antar pemerintah Negara

2.2.3 Landasan Kultural
2.2.3.1 Pengertian Landasan Kultural
Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, sebab kebudayaan dapat dilestarikan/ dikembangkan dengan jalur mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan, baiksecara formal maupun informal.
Anggota masyarakat berusaha melakukan perubahan-perubahan yang sesuai denga perkembangan zaman sehingga terbentuklah pola tingkah laku, nlai-nilai, dan norma-norma baru sesuai dengan tuntutan masyarakat. Usaha-usaha menuju pola-pola ini disebut transformasi kebudayaan. Lembaga sosial yang lazim digunakan sebagai alat transmisi dan transformasi kebudayaan adalah lembaga pendidikan, utamanya sekolah dan keluarga.

Pendidikan dapat dikonsepkan sebagai proses budaya manusia. Kegiatannya dapat berwujud sebagai upaya yang dipikirkan, dirasakan, dan dikehendaki anusia. Pada hakikatnya manusia sebagai mahluk budaya dapat menyesuaikan diri dengan kebudayaan setempat. Salah satu cara untuk memelihara kebudayaan adalah melalui pengajaran. Jadi pendidikan dapat berfungsi sebagai penyampai, pelestari, dan pengembang kebudayaan.





9
2.2.4 Landasan psikologis
2.2.4.1 Pengertian Landasan Psikologis
Dasar psikologis berkaitan dengan prinsip-prinsip belajar dan perkembangan anak. Pemahaman etrhadap peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan.
Sebagai implikasinya pendidik tidak mungkin memperlakukan sama kepada setiap peserta didik, sekalipun mereka memiliki kesamaan. Penyusunan kurikulum perlu berhati-hati dalam menentukan jenjang pengalaman belajar yang akan dijadikan garis-garis besar pengajaran serta tingkat kerincian bahan belajar yang digariskan.

Psikologi sebagai ilmu bantu yang mendasari pelaksanaan pendidikan berorientasi pada tiga hal yaitu:
a) Hakikat Siswa
b) Proses Belajar
c) Peranan Guru
Karena guru merupakan sentral pengendalian proses belajar-mengajar, maka dalam penyampaian pesan, guru harus mampu mendasarkan pada:
a) Perbedaan Individu Siswa
b) Prinsip-prinsip belajar
Dalam kehidupannya, manusia selalu terlibat dalam kegiatan belajar. Teori belajar dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
a) Teori Disiplin Mental
• Belajar sebagai usaha melatih dan mendisiplinkan daya piker (disiplin mental)
• Memberikan peluang kepada anak didik untuk berkembang sesuai kehendak tuhan (aktualisasi)
• Mengasosiasikan ide baru dengan ide lama yang telah terdapat dalam jiwa kita (appersepsi).
10
b) Rumpun Behaviorisme
• Perubahan tingkah laku yang dapat diamati yang dapat terjadi melalui stimulus dan respon yang dihubungkan dengan prinsip mekanis (conditioning S-R)
• Conditioning tanpa reinforcement
• Conditioning melalui reinforcement

c) Rumpun Gestalt-Medan
• Keseluruhan lebih bermakna daripada bagian-bagian (teori Insight)
• Pemahaman bertujuan (Goal-Insight)
• Medan Kognitif

Yang harus diperhatikan demi keberhasilan kegiatan belajar adalah:
• Stimulus belajar
• Perhatian siswa
• Keaktifan siswa
• Penguatan dan umpan balik.

2.2.5 Landasan Ilmiah dan Teknologis
Salah satu misi pendidikan adalah membekali peserta didik agar dapat mengembangkan iptek. Hubungan antara pendidikan dan iptek adalah saling timbale balik, yaitu:
• Kemajuan pendidikan diarahkan untuk kemajuan iptek
• Perkembangan iptek akan berpengaruh pada perkkembangan pendidikan.



11
2.3 LANDASAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Landasan Pendidikan Nasional di Indonesia
a. Landasan ideal: pancasila
b. Landasan konstitusional: UUD 1945
c. Landasan Operasional: GBHN dan UUSPN (yang sekarang UU No.20 Tahun 2003)

2.4 ASAS-ASAS PELAKSANAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Pendidikan nasional dilaksanakan dengan memperhatikan asas-asas:
d. Alam semesta, menyeluruh dan terpadu
e. Asas pendidikan seumur hidup
f. Asas tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah
g. Asas pendidikan berlangsung dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat
h. Asas keselarasan dan keterpaduan dengan ketahanan nasional dan wawasan nusantara
i. Asas bhineka Tunggal Ika
j. Asas keselarasan, keserasian dan keseimbangan
k. Asas manfaat, adil, dan merata
l. Asas ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani
m. Asas mobilitas, efisiensi, dan efektivitas
n. Asas kepastian hokumu




12
2.5 ASAS-ASAS POKOK PENDIDIKAN
Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Khusu s di Indonesia, terdapat beberapa asas pendidikan yang memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. Diantara asas tersebut adalah Asas Tut Wuri Handayani, Asas Belajar Sepanjang Hayat, dan asas Kemandirian dalam belajar.
1. Asas Tut Wuri Handayani
Sebagai asas pertama, tut wuri handayani merupakan inti dari sitem Among perguruan. Asas yang dikumandangkan oleh Ki Hajar Dwantara ini kemudian dikembangkan oleh Drs. R.M.P. Sostrokartono dengan menambahkan dua semboyan lagi, yaitu Ing Ngarso Sung Sung Tulodo dan Ing Madyo Mangun Karso.
Kini ketiga semboyan tersebut telah menyatu menjadi satu kesatuan asas yaitu:
.Ing Ngarso Sung Tulodo ( jika di depan memberi contoh)
Ing Madyo Mangun Karso (jika ditengah-tengah memberi dukungan dan semangat)
Tut Wuri Handayani (jika di belakang memberi dorongan)
2. Asas Belajar Sepanjang Hayat
Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long education). Kurikulum yang dapat meracang dan diimplementasikan dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan horisontal.
Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan.
Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah.


13
3. Asas Kemandirian dalam Belajar
Dalam kegiatan belajar mengajar, sedini mungkin dikembangkan kemandirian dalam belajar itu dengan menghindari campur tangan guru, namun guru selalu suiap untuk ulur tangan bila diperlukan.
Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru dalamperan utama sebagai fasilitator dan motifator. Salah satu pendekatan yang memberikan peluang dalam melatih kemandirian belajar peserta didik adalah sitem CBSA (Cara Belajar Siwa Aktif).


2.6 PENDIDIKAN BAGI SEMUA
Unesco pada tahun 2000 di Dakar (Senegal) mencananngkan suatu program pendidikan bagi semua orang di kawasan Asia dan Fasifik yang disebut Appeal (Asian Programme of Education for All). Melahirkan deklarasi tentang pendidikan bagi semua, yaitu:
a. Perluasan pendidikan anak dan berbagai kegiatan pengembangannya termasuk pendidikan bagi anak miskin dan kelainan fisik/mental.
b. Pendidikan dasar semesta diupayakan melalui program pendidikan dasar Sembilan tahun atau program kejar paket A dan B.
c. Pemberantasan buta huruf.
d. Peningkatan mutu pendidikan dasar dan pelatihan keterampilan yang diarahkan pada peningkatan kesejahteraan kesempatan mendapatkan lapangan kerja bagi semua kelompok sasaran warga belajar.
e. Peningkatan minat baca bagi seluruh lapisan masyarakat dalam kaitannya dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan peran kesetaraannya didalam kegiatan pembangunan.



14
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Pendidikan merupakan sesuatu yang bersystem dan berproses. Bersistem: Pendidikan dipandang sebagai keseluruhan gagasan terpadu yang mengatur usaha-usaha sadar untuk membina seseorang mencapai harkat kemanusiaannya secara utuh; Pendidikan berwujud sebagai suatu proses: Pendidikan dipandang sebagai pelaksana usaha-usaha untuk mencapai tujuan tertentu dalam rangka mencapai harkat kemanusiaannya secara utuh; Pendidikan berwujud sebagai hasil: Pendidikan dipandang sebagai sesuatu yang telah dicapai atau dimiliki seseorang setelah proses pendidikan berlangsung.
Landasan pendidikan: landasan filosofis, yang berhubungan dengan system nilai (pandangan hidup); landasan sosiologis: suatu landasan yang dilandaskan pada dinamika fenomena kemasyarakatan; landasan kultural: suatu landasan yang dikonsepkan sebagai proses budaya manusia; landasan psikologis: merupakan suatu landasan yang berhubungan dengan perilaku manusia; landasan ilmiah dan teknologis: landasan yang berolak ukur kepada keilmuan yang ilmiah, sistematis, menggunakan keilmuan, dan logis serta ada hubungan dengan penguasaan iptek didalamnya.
Landasan Pendidikan Nasional di Indonesia : Landasan ideal: pancasila; Landasan konstitusional: UUD 1945; Landasan Operasional: GBHN dan UUSPN (yang sekarang UU No.20 Tahun 2003)
Pendidikan nasional dilaksanakan dengan memperhatikan asas-asas:
a. Alam semesta; Asas pendidikan seumur hidup; Asas tanggung jawab bersama; Asas keselarasan dan keterpaduan dengan ketahanan nasional dan wawasan nusantara; Asas bhineka Tunggal Ika; Asas keselarasan, keserasian dan keseimbangan; Asas manfaat, adil, dan merata; Asas ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani; Asas mobilitas, efisiensi, dan efektivitas; Asas kepastian hukum.
15
3.2 Saran

Adanya peran penting pendidikan merupakan suatu usaha untuk memajukan kesejahtraan peserta didik, baik secara pisikologis maupun psikologis. Selain itu juga pendidikan dapat berperan untuk membantu pertumbuhan dan pembangunan Negara Indonesia. Oleh karena itu perhatian yang serius terhadap dunia pendidikan merupakan sesuatu hal yang harus diperhatikan oleh semua anggota masyarakat. Selain itu pengembangan metode belajar dan keprofesionalan tenaga pengajar diperlukan agar dapat menjadi stimulus ‘rangsangan dari luar ’ untuk di respon ‘di-tanggapi’ oleh peserta didik.





















16
DAFTAR PUSTAKA
Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar