Pages

Minggu, 10 April 2011

UPAYA YANG DAPAT DILAKUKAN AGAR DAPAT BERKONSENTRASI

UPAYA YANG DAPAT DILAKUKAN AGAR DAPAT BERKONSENTRASI

Konsentrasi merupakan suatu aktivitas dalam memusatkan perhatian terhadap sesuatu. Berkaitan dengan konsentrasi berikut ada beberapa cara untuk menjaga kefokuskan perhatian, diantaranya adalah:
• Memberi tujuan pada terhadap apa yang akan dilakukan
Pemberian tujuan merupakan salah satu upaya dalam perencanaan aktivitas yang akan dilakukan. Tujuan merupakan sesuatu yang hendak dicapai baik dalam jangka pendek maupun untuk jangka panjang. Adanya penetapan tujuan berguna agar apa yang kita lakukan lebih terarah, lebih spesifik, dan apa yang akan dikerjakan nantinya tidak sia-sia. Sehingga aktifitas yang akan dilakukan lebih jelas perspektifnya.
Sebagai suatu contoh ketika seseorang hendak berwirausaha dalam bidang peternakan misalnya. Adanya pemilihan sektor wirausaha seperti bidang peternakan merupakan suatu keberminatan usahawan terhadap bidang yang akan digeluti dengan berbagai pertimbangannya. Tentunya dalam hal ini latar belakang tujuan yang hendak dicapaipun dirumuskan dengan teliti, apakah tujuan itu untuk mencari pengalaman berwirausaha, mempelajari ilmu sektor peternakan dan peluang pemasarannya, atau untuk tujuan komersialisasi semata. Dari contoh uraian tersebut dapat disimpulkan terjadi suatu kompleksitas tujuan untuk mencapai apa yang menjadi latar belakang dipilihnya suatu aktivitas dalam arti luas.

• Memilih tujuan yang mudah diselesaikan
Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa penetapan tujuan berguna untuk memperjelas apa-apa yang hendak dicapai dalam suatu aktivitas. Agar suatu aktivitas tidak terkesan ambisius, ingin segera diselesaikan, dan ingin cepat memperoleh hasil dari aktivitas hendaknya memilih tujuan yang mudah diselesaikan. Dengan cara ini tingkat kesabaran akan keinginan memperoleh hasil sebagai akibat dari penetapan tujuan yang diharapkanpun dapat dikontrol, karena waktu yang diperlukan serta biaya pengorbanan untuk mencapai tujuan tersebut tidak terlalu sulit, karena telah disesuaikan dengan daya individualitas masing-masing.

• Beri diri bonus
Adanya istilah bonus dalam konteks konsentrasi, merupakan suatu bentuk stimulus positif bagi tubuh untuk direspon oleh otak, -agar tetap semangat dalam berkonsentrasi.

• Tertariklah pada subyek
“Subjek merupakan bagian klausa berujud nomina atau frase nominal yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara”. (Kridalaksana, Harimurti. 1993 :204). Ada beberapa hal yang membuat kita tertarik pada subyek, seperti topik apa yang diketengahkan, bahasa komunikasi sekunder yang dipergunakan, dan adanya perasaan cocok dengan bahan yang dibaca.

• Mengkombinasikan antara mental dan fisik

Membaca merupakan proses psikologi. Sebagai suatu proses psikologis, kemampuan membaca dipengaruhi oleh intelegensi umum sebagai faktor yang terpenting. Faktor tersebut merupakan angka rata-rata perkembangan mental yang memiliki kaitan yang jelas dengan faktor lainnya, seperti: usia, sosial ekonomi, bahasa dan sebagainya.
Keterampilan membaca dapat dilihat sebagai suatu proses dan sebagai hasil (Burns, dkk. 1984). Sebagai suatu proses, membaca mencakup (a) proses visual, (b) proses berpikir, (c) proses psikomotorik, (d) proses metakognitif, dan (e) proses teknologi.
Pada sasat membaca, seorang pembaca melakukan aktivitas yang multi, dimulai dari aktivitas visual untuk membaca code penulis sebagai penyampaian pesan, dan informasi yang hendak disampaikan penulis, untuk menjadi sebuah decoding, hingga akhirnya sampai pada tahap Recording yang merujuk pada kata-kata dan kalimat, kemudian mengasosiasikannya dengan bunyi-bunyinya sesuai dengan sistem tulisan yang digunakan. Dalam proses membaca seorang pembaca akan memulai proses berpikir sesuai dengan tingkat kemampuan membaca yang dimiliki pembaca. Adapun tingkat kemampuan membaca tersebut adalah sebagai berikut:

a. Pembaca literal

Pada pembaca jenis ini, seorang pembaca hanya membaca, dan menerima begitu saja ide-ide serta penjelasan penulis mengenai apa yang menjadi ide atau gagasanya itu.

b. Pembaca kritis
Untuk pembaca kritis, seorang pembaca mulai merespon dengan pemikiran-pemikirannya terhadap ide atau gagasan yang disampaikan penulis, sehingga tidak mudah menerima begitu saja, akan tetapi ide beserta penjelasan penulis akan dihubungkannya dengan pengalaman dalam lingkungan nyatanya.
c. Pembaca Kreatif
Tahapan ini merupakan tahapan tertinggi bagi seorang pembaca, yang mana pembaca bukan hanya berhenti pada membaca kritis, untuk mengetahui maksud , dan tujuan penulis serta dapat memberikan penilaian atau komentar, akan tetapi dilanjutkan dengan adanya praktik yang diterapkan dalam kehidupan nyatanya sebagai sebuah hasil dari aktivitas membacanya.

• Memfariasikan aktivitas membaca
Seringkali jika bahan bacaan tidak bervariasi, pembaca akan mengalami tingkat kejenuhan terhadap bahan bacaannya, sehingga untuk memperoleh konsentrasipun terganggu, karena kurangnya mood. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah memfariasikan bahan bacaan apakah itu bersifat karya fiksi maupun nonfiksi. Adanya perbedaan karakteristik seperti bahasa yang digunakan, dan ciri sifat masing-masing, dianalogikan dapat membuatu suasana batin agar tidak jenuh, sehingga tetap konsentrasi pada bahan bacaan.


• Membuat daftar pengganggu
Pada saat membaca seorang pembaca harus dapat berusaha mengurangi atau mengeliminasi hal-hal apa yang dapat mengganggu terhadap daya konsentrasinya, guna memperoleh informasi yang diperlukan secara sistematis, dan jelas. Untuk itu pembuatan daftar penggangu dapat menjadi suatu solusi untuk mengatasinya. Pembuatan daftar penggangu ini dapat ditulis dalam kertas atau media lainnya sehingga kita tidak perlu mengingat-ngingat aktvitas yang akan dilakukan setelah kegiatan membaca.

• Menggunakan sistem waktu secara konsisten
Beragamnya aktivitas yang harus segera diselesaikan merupakan suatu hambatan tersendiri untuk berkonsentrasi terhadap aktivitas yang sedang dijalani, terkadang banyaknya aktivitas menimbulkan perspektif mana dahulu yang harus diselesaikan. Untuk itu bantuan tekhnologi pemenejan waktu akan membantu mengatur jadwal waktu anda ketika beraktivitas. Untuk memenej waktu anda dapat memanfaatkan daftar kerja yang ada dalam tekhnologi handphone, dengan cara itu selain kita menuliskan daftar kerja kita juga akan dibantu untuk mengerjakan tugas lain sesuai dengan waktunya. Sehingga konsentrasi anda ketika beraktivitas tidak terganggu.karena konsisten dengan waktu yang ada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar