Pages

Selasa, 05 April 2011

PERANAN PENTING MEMBACA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA PADA ABAD INI

Dewasa ini arus informasi serta dukungan teknologi menjadi trend masa kini. Dengan mudahnya suatu informasi dapat menembus serta menyebar keberbagai penjuru dunia dengan dukungan iptek yang memadai. Kemudahan suatu informasi untuk masuk kedalam batas-batas Negara sehingga batas Negara seakan-akan tidak ada merupakan suatu pengaruh dari adanya globalisasi. Globalisasi yang terjadi tentu tidak terlepas dari factor pendukungnya yakni perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Didalam lingkungan masyarakat kita mengenal adanya istilah status serta peran, yang mana diantara keduanya menuntut suatu kefrofesionalan yang sesuai dengan status dan peran yang disandangnya. Untuk dapat seperti itu tentulah diperlukan sosok individu yang melek akan posisi dan perananya serta memiliki kemampuan dalam bidangnya. Adapun hal yang dapat menyokong terciptanya individu yang seperti itu adalah kecerdasan intelegensi umumnya, sebuah kecerdasan intelegensi dapat didapatkan apabila banyak stimulus-stimulus dari lingkungannya untuk direspon secara positif. Stimulus disini merupakan sebuah rangsangan yang timbul dari lingkungan tempat dimana seseorang bersosialisasi. Seseorang yang banyak mendapatkan rangsangan atau stimulus positif dari lingkungannya dipastikan perkembangan kepribadian serta kecerdasan intelektualnya akan berkembang dengan baik, -sehingga tuntuta akan peran dan status yang disandang oleh seorang individupun akan sesuai dengan proforsi dan frofesional.
Membaca merupakan suatu cara alternative untuk mencapai tujuan diats yakni proporsi dan professional dalam status dan peran individu, karena ada suatu hasil, yakni memperoleh informasi. Selain menyimak televisi, siaran radio, dialog interaktif, dan hal lainnya yang dapat dikategorikan kepada media menyimak. Sebenarnya membacapun merupakan sebuah kegiatan menyimak , namun dalam bentuk menyimak bahasa turunan dari ujaran yakni bahsa tulis. Ketika sedang membaca seorang pembaca akan menemukan berbagai fonem, frasa, klausa, dalam suatu kalimat, paragraph sampai akhirnya wacana. Pada prose situ telah terjalin suatu komunikasi tak langsung dari penulis kepada pembaca, apakah dalam ide-ide pokok, gagasan-gagasan, paradigm-paradigma, dan hal lainnya yang berupa hasil dari cipta, karya, dan karsa manusia dalam memandang suatu fenomena, baik secara social maupun nonsosial untuk direspon keberadaannya. Dengan adanya hal ini pembaca diajak merenungkan dan mengaitkan apa yang dibacanya dengan keadaan sebenarnya secara tidak langsung, seorang pembaca diajak untuk berfikir. Hal ini dikarenakan dalam suatu bahasa selalu terkandung filsafat-filsafat tertentu yang dirasakan memiliki manfaat-manfaat tersendiri sesuai dari persfektif mana yang ditinjau.
Membaca merupakan suatu proses penyampaian pesan, dalam bentuk komunikasi tak langsung (tulis). Antara bahasa tulis dengan bahhasa tuturan sangat jauh berbeda adanya. Itu semua diisebabkan, pada bahasa tuturan bahasa yang dipergunakan lebih sering berubah-rubah, adanya kecenderungan perubahan ini dikarenakan pada bahasa tuturan biasanya bersifat spontanitas tidak direncanakan dan merupakan sebuah respon yang cepat, dan spontanitas. Berbeda dengan bahasa tulis yang memiliki kecenderungan terstruktur, terarah (fokus) pada pembahasan, dan berkesan formal. Adanya hal seperti itru karena memang pada bahasa tulis ada suatu perencanaan pertimbangan tujuan yang hendak dicapai dengan perhitungan efek paradigmatik yang akan diterima oleh pembaca, sehingga pesan yang akan disampaikanpun dapat diarahkan dengan baik.
Membaca berguna bagi pemahaman akan kebahasaan seseorang (linguistik). Seperti kita ketahui bahwa membaca merupakan salah satu dari kelanjutan proses sosialisasi kebahasaan , yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Seseorang yang terbiasa dengan bahan bacaan yang beragam seta topik yang mengetengahkan persoalan yang beragam pula, mampu menambah kosakata bahasa. Sehingga khasanah kosakata untuk mengungkapkan pesan dan informasi dapat ditunjang dengan kepemilikan kosakata yang diperoleh dari berbagai sumber bahan bacaan atau bahan simakan untuk dapat dilanjutkan pada tahap kebahasaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar