Pages

Kamis, 14 April 2011

BAGAIMANA CARA MELAKUKAN PRABACA

Prabaca merupakan suatu usaha sebelum melakukan aktivitas membaca, dengan tujuan untuk mengidentifikasi ide-ide yang sangat penting yang terkandung didalam bacaan, dan memperhatikan aspek organisasinya. Berkaitan dengan prabaca seorang pembaca biasanya memilih terlebih dahulu teks bacaannya, agar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapainya. Beragamnya jenis teks bacaan dapat mempengaruhi terhadap pemahaman, dan apresiasi pembaca terhadap teks bacaannya, hal seperti ini biasa disebut respon.
Penetapan tujuan pada prabaca dapat membantu untuk memfokuskan pencarian terhadap isi teks yang akan dibaca, sehingga apa yang menjadi sasaran ketika menetapkan tujuan dapat ditemukan secara efektif, dan efisien. Berkaitan dengan tujuan membaca, ada beberapa tujuan yang biasa digunakan oleh seorang pembaca sebelum memulai aktivitas membacanya seperti:
• Membaca untuk mengisi waktu luang.
• Membaca untuk memperoleh informasi.
• Membaca untuk menambah ilmu pengetahuan.
• Membaca untuk menghibur diri (to entertain).
• Membaca untuk menemukan gagasan-gagasan suatu bacaan, dan lain-lain disesuaikan dengan tujuan pembaca.
Setelah merumuskan tujuan prabaca, tentu pemikiran terhadap teks bacaanpun akan dilakukan. Ketika kita telah mendapatkan buku yang dianggap dapat menunjang tujuan, pengorganisasian bacaanpun perlu diperhatikan, agar tercapai suatu kesistematisan keilmuannya. Suatu keilmuan dapat dikatakan sebagai ilmu, apabila sistematis, rasional, dan bersifat universal.
Prabaca dikatakan tidak berlaku apabila yang dibaca merupakan teks sasra seperti puisi, novel, hikayat dan lain sebagainya. Karena ide pokok tidak tersirat melainkan tersurat didalam paragraf. Sehingga untuk menemukannya perlu adanya pengkajian terhadap teks itu sendiri. Hal tersebut dikarenakan media bahasa yang digunakan dalam sastra merupakan bahasa yang bersifat deotonatisasi dan bukan bahasa familiar yang sering digunakan sehari-hari. Bukan hanya itu saja seringkali makna yang diketengahkan bukanlah makna yang sebenarnya (konotasi).

Prabaca paling baik digunakan untuk tulisan ekspositoris, materi faktual yang benar-benar disusun dengan baik. Prabaca bukan merupakan strategi yang baik untuk dipakai ketika membaca novel, puisi, artikel naratif, essai, dan cerita pendek. Meskipun begitu, kita akan menemukan teknik prabaca sebenarnya mudah diadaptasikan pada bermacam-macam tipe tulisan yang dibaca.

Untuk melakukan prabaca, pembaca harus memperhatikan tiap-tiap item berikut:
a. Membaca Judul dan Subjudul
Judul mencerminkan seluruh topik suatu artikel atau bab; subjudul menampilkan fokus, aspek, atau pendekatan seluruh topik secara spesifik.

b. Membaca Pedahuluan atau Paragraf Pertama
Pendahuluan, atau paragraf pertama jika tanpa pendahuluan, membantu mengarahkan pada bab. Hal itu memberi Anda suatu ide di mana permulaan materi bacaan dan di mana hedingnya.

c. Membaca Masing-Masing Heading yang Ditebalkan (Dihitamkan)
Fungsi heading adalah sebagai label atau kalimat topik yang menjadi kandungan dalam suatu bagian yang mengikutinya. Dengan kata lain, suatu heding mengungkapkan topik utama bagian masing-masing. Memang boleh jadi tidak setiap bagian dalam bacaan memiliki heding, atau bacaan tanpa heding.

d. Membaca Kalimat Pertama di Bawah Heading
Kalimat pertama pada Anda sering berbicara tentang apa suatu paragraf itu atau bagian ide pokok. Tapi bagaimanapun Anda perlu waspada, beberapa tipe bacaan atau untuk gaya tulisan tertentu, kalimat pertama tidak berfunsgsi sebagai ide pokok. Kalimat pembuka malah boleh jadi digunakan sebagai suatu transisi atau pernyataan yang mengarahkan, atau boleh jadi dimaksudkan untuk menarik perhatian. Jika kalimat pertama tampaknya tidak penting, baca kalimat terakhir; sering kalimat ini merupakan bagian atau pengulangan bagian ide pokok.

e. Memperhatikan Kelengkapan Tipografis
Tulisan miring digunakan untuk menekankan terminologi dan definisi-definisi penting dengan menggunakan tipe tulisan yang condong (miring) dimaksudkan untuk membedakannya dari sisa paragraf. Grafik, bagan, gambar, tabel merupakan yang lain untuk menekankan dan penekanan biasanya dimaksudkan untuk membutiri sesuatu yang penting dalam sebuah bab. Pastikan untuk membaca judul gambar dan keterangan grafik, bagan, atau tabel. Perhatikan juga penomoran 1, 2, 3, pamakaian huruf a, b, c atau daftar formulir yang disajikan.

f. Membaca Paragraf Akhir atau Ringkasan
Ringkasan atau paragraf terakhir memberi pandangan ringkas suatu bab dan membantu Anda mengidentifikasi ide-ide kunci. Sering ringkasan merupakan kerangka butir-butir kunci dalam bab itu.

g. Membaca dengan Cepat Akhir Artikel atau Bab
Hal ini mungkin termasuk referensi, pertanyaan-pertanyaan, daftar kosakata, atau informasi biografi penulis. Bahan-bahan ini akan sangat berguna kemudian ketika Anda membaca dan mempelajari artikel atau bab, dan ini penting, sebagai bagian dari prabaca, untuk diperhatikan jika bahan-bahan itu tersedia. Jika di sana terdapat pertanyaan-pertanyaan, itu sangat berguna untuk membacanya dengan cepat karena hal itu menjadi indikasi apa yang penting di dalam sebuah bab. Jika daftar kosakata ada, bacalah selintas untuk mengidentifikasi istilah-istilah yang akan Anda perlukan saat membaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar